Pekerjaan Plesteran

Setelah dinding terpasang sampai atas, mulailah melakukan pelapisan penutup dinding bata/ batako. Pelapisan dilakukan dengan diplester untuk dinding dalam. Dinding luar atau batas kavling biasanya hanya disawut (plesteran tanpa dihaluskan serta tanpa diaci). Sebaiknya saat
memulai suatu pekerjaan plesteran hendaknya dinding batu bata / batako disiram terlebih dahulu dengan air agar plesteran cepat menempel di dinding. Setelah seluruh dinding diplester, diamkan beberapa hari agar kadar airnya cepat hilang. Biasanya setelah kadar air seluruhnya telah menguap, plesteran akan terlihat retak-retak kecil.
Pekerjaan plester itu biasanya dilakukan pada bidang dinding dan pada bagian atas pondasi (trasram/semenram). Pekerjaan trasram untuk mencegah agar kaki tembok tidak mengisap lembab (air) dari tanah.
Adukannya dibuat rapat air yaitu dengan eampuran 1 pc : 2 pasir. Diantara bagian bawah tembok dengan bagian atas pondasi, sekarang banyak dipasangi balok beton bertulang (sloof) dengan maksud untuk meratakan beban bangunan yang diterima oleh pondasi yang sekaligus berfungsi sebagai trasram.
Syarat-Syarat Plesteran Tembok:
1.            Tembok yang akan diplester harus datar.
2.            Sebelum memulai memplester tembok harus digaruk dengan sapulidi dan dibersihkan dengan air tawar (air minum).
3.            Tebal lapis plester hanya 1 @ 1,5 cm.
4.            Adukan yang dipakai : 1 kapur : 1 tras : 3 pasir, bila perlu dapat dibuat 1 semen: 3 pasir.
Pelaksanaan Memplester Tembok:
1.             Tembok yang akan diplester dibagi dalam beberapa bagian (petakpetak).
2.             Pada keempat sudut petak tembok dipasang paku dengan kepala menonjol .± 3 cm dari bidang tembok, untuk merentangkan benang.
3.             Jarak benang dari sisi tembok 1,5 cm dan bila ada tembok yang menempel pada benang, maka temboknya harus dipahat dulu supaya didapat plester sama tebal dan rata.
4.             Di tempat-tempat tertentu yaitu pada paku dan rentangan benang dibuat plester utama yang berhimpit dengan benang-benang tadi, sebagai standar tebal plester.
5.             Plester utama yang vertikal ini dibuat tiap-tiap jarak 1,00 meter. Setelah ini selesai, benang dapat dilepas.
6.             Diantara 2 lajur plester utama di isi penuh dengan adukan, kemudian digores dengan penggaris besar dan lurus mulai dari bawah ke atas untuk memperoleh bidang yang rata.
7.             Kemudian bidang yang paling luar dilapisi dengan lapisan encer (kapur + semen merah + air) sambil digosok dengan papan gosok supaya permukaan standar yang rata, ini disebut mengaci.
8.             Rusuk-rusuk dan sudut pertemuan plester tembok harus merupakan sudut siku ( = 90°) dan ini harus diplester dengan adukan 1 semen : 3 pasir supaya tahan benturan-benturan ringan.
9.             Setelah lapis ini betul-betul kering, bidang permukaannya disapu dengan kapur tohor sebanyak 3 kali, dan agar terlihat indah kapur ini dicampur dengan zat pewarna yang sesuai dengan selera pemilik bangunan
Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan :
§               Bahan adukan plester seperti pasir, tras dan kapur yang telah dicampur rata harus diayak dulu, supaya butiran-butiran kasar tidak ikut bercampur.
§               Usahakan jangan menggunakan adukan bekas tembok lama karena daya lekatnya kurang.
§               Pada pekerjaan mengaci, bila dalam ember kapur tadi air kapumya sudah habis, hanya tinggal butiran-butiran kasar yang harus dibuang dan diganti dengan campuran yang sama dan baru.
Cara memplester tembok lama:
§               Sebelumnya lapis plester tembok lama harus dikupas.
§               Siar tegak maupun siar datar harus digaruk sedalam ± 1,5 cm.
§               Bagian bata tembok yang lumutan (licin) harus digaruk supaya permukaannya kasar, agar lapis plester yang bam dapat melekat dengan baik.
§               Bila ada bagian tembok yang terlalu kering, harus dibasahi dengan air tawar.
§               Selanjutnya pelaksanaan memplester mengikuti langkah di atas dari no. 1 sampai 9.
Plesteran dan Acian Bidang Sudut dan Lengkung
Prinsip pengerjaan plesteran dan acian pada bidang sudut tembok dan lengkung tembok adalah sama dengan plesteran dan acian pada dinding tembok. Yang perlu diperhatikan adalah; untuk bidang sudut tembok, plesteran dan acian sudut harus membentuk garis tegak dan lurus. Untuk bidang lengkung, plesteran dan acian harus sesuai dengan bidang lengkung yang diinginkan, bila dinding lengkung tidak rata, maka fungsi plesteran dan acian bidang lengkung adalah meratakan bidang lengkung tersebut.
Plesteran dengan Sawutan
Permukaan dinding polos mungkin membuat kesan menjenuhkan. Aplikasi warna mungkin juga kurang membuat tampilannya menarik. Agar dinding lebih menarik, maka plesteran dapat dilakukan dengan sawutan, sehingga hasil plesteran akan membentuk tekstur.
Hasil dari plesteran dengan sawutan dapat membuat dinding lebih berwarna, terlebih jika terkena sorot cahaya, ada gradasi gelap terang yang dapat membuat dinding jadi dramatis. Yang perlu diperhatikan dalam plesteran dinding dengan sawutan adalah tekstur atau tonjolan-tonjolan pasir halus di seluruh permukaan dinding jangan sampai melukai tubuh, terlebih jika pasir yang digunakan agak kasar. Hal tersebut dapat diminimalisir menggunakan cat yang tepat serta teknik menyawut yang benar, sehingga permukaan plesteran yang kasar dan tajam dapat dikurangi.
Permukaan dinding disawut dengan menggunakan ayakan lubang kecil sehingga tekstur yang muncul tidak terlalu menonjol. Hal tersebut akan membuat gesekan kulit tubuh dengan dinding tidak terlalu berbahaya.
Bahan dan Alat yang digunakan dalam plesteran dinding dengan sawutan adalah;
1. Cat emulsi , pasir kasar, semen putih
2. Kawat ayam atau kain
3. Roskam, sendok semen, sarung tangan

0 Responses to “Pekerjaan Plesteran”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




DOWNLOAD MATERI TEKNIK SIPIL

Scroll Text - http://www.marqueetextlive.com

Flickr Photos

rumah_bertalang2bair-e1326454677817

campura

campura

img1

img

petir07

Lebih Banyak Foto
Januari 2012
S S R K J S M
« Sep   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Blog Stats

  • 62,492 kunjungan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: